Lost

Aku menunggu dimana waktu dapat merubahku seperti dulu.


Ketika detak jantung ini rasanya ingin berhenti
Jiwaku hampir terjatuh, lemas
Tapi sekelilingku memaksa berdiri
Tak peduli dengan tubuh yang rapuh dan hampir terbelah dua

Ketika aku berbaring menghadap ke langit-langit kamar
Disitulah aku baru merasakan hidup
Memikirkan bagaimana memperbaiki hari-hari yang tak pernah benar
Terkadang airmata ini mendesak keluar
Emosi ini tak kuat kutampung dan ingin meledak
Aku lelah dengan diriku sendiri
Aku bosan dengan setiap beban yang jatuh ke pundakku

Andaikan kau mengerti, andaikan dunia tahu
Aku telah kehilangan sesuatu yang tak akan pernah bisa kembali
Jiwaku, harapanku, anganku, menjadi penjaraku
Peganganku, pelindungku, panutanku, pergi seketika tinggalkan sejarah yang tak tertulis namun terbaca dalam tangis
Kini hanya tinggalkan aku dan diriku
Dunia hanya pojokkan aku di jalan pikiran yang tiada ujung
Aku mengambil kembali puing-puing asa yang berceceran
Kembali bersama diriku, dan trauma ini menjadi teman baru yang setia
Aku takut kehilangan
Aku takut ditinggalkan

Memori itu berputar di otakku seperti film
Akan menjadi manis di ingatan
Dan pahit disaat bersamaan
Aku menunggu waktu dimana sesuatu yang hilang itu terganti
Dengan cara yang sama persis
Aku menunggu dimana waktu dapat merubahku seperti dulu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s