Tired

Aku lelah dikerjai takdir dan nasib.


Kenapa hidup sejauh ini tak pernah berpihak, pada orang-orang yang membutuhkan pembalasan dendamnya? Kenapa hidup sejauh ini tak pernah berpihak, pada orang-orang yang ingin menunjukkan bahwa ia lebih mampu?

Terkadang aku bertanya, apakah hanya aku yang seperti ini? Yang terlihat melejit dimata kalangan ‘kecil’ namun tak ada apa-apanya dibanding orang luar.

Emosi, sama halnya aku tidak berguna. Emosi, pengalaman itu sama halnya sampah, yang dibeli dengan ratusan ribu, tanpa tahu bagaimana cara ampuh untuk mendapatkan apa yang dibeli. Kepercayaanku sedikitnya sirna, mindsetku sedikitnya berubah, membuatku mundur perlahan meskipun dari lubuk hati ada sesuatu yang membuatku tetap bertahan.

Benarkah nasibku akan seperti ini? Tetap menjadi pecundang berambisi menguasai dengan usaha dan metode yang salah. Pecundang yang ingin diakui, ingin bahagia, tapi banyak hal eksternal menghalangi.

Aku muak!

Aku muak untuk selamanya menjadi pecundang. Namun apapun yang dilakukan tetaplah percuma. Lebih baik aku diam, mencoba peruntungan lain. Atau aku tetap diam, dan hidup tenang seperti yang lain. Bersama menjadi kalangan ‘kecil’ dan tak ada ambisi menguasai karena pecundang tetap pecundang.

Sejak dulu aku tak pernah punya waktu. Terkadang aku ingin protes, namun aku sendiri tak bisa menebak waktu dan rahasia. Tapi untuk kali ini aku lelah terbohongi. Aku lelah terpuruk. Aku lelah dikerjai takdir dan nasib. Aku lelah akan segala hal yang membuat mentalku terguncang dan membuatku merasa tidak apa-apanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s