She

Kau, masih dicintai oleh orang yang sama.


Dia pernah bertanya pada kebahagiaan, seperti apa rasanya dicintai dan mencintai?

Dia pernah bertanya pada cinta, seperti apa rasanya bertemu dan memuja?

Dia pernah bertanya pada hatinya, mengapa ia menyimpan kesetiaan yang teramat sangat?

Dia pernah ingin bertanya padamu, mengapa begitu sakit rasanya ditinggal dan kehilangan?

Dia pun selalu mempertanyakan dirinya sendiri, mengapa begitu sulit untuk menghilangkan cinta bahkan ketika tak terbalas?

Dia telah melakukan apapun, dan tak berhasil. Ia tidak ingin menyalahkan dirinya sendiri ataupun hatinya. Dirinya tidak ingin merasa bodoh. Maka perlahan, dia merubah pandangannya tentang cinta yang tak bisa digapai. Tentang cinta yang meninggalkan berjuta harapan semu. Tentang cinta, sedih, bahagianya.

Kau, masih dicintai oleh orang yang sama. Kau, masih tersimpan di salah satu jiwa seseorang, dan akan tersimpan hingga nanti ia mendapatkan kebahagiannya di seberang sana. Kau, menjadi memori indah oleh salah seorang gadis remaja, yang pernah mempertanyakan bagaimana bahagianya dicintai oleh seseorang. Sebab kau, satu-satunya orang yang membalas perasaannya dengan indah, menghargainya sebagai teman hidup, menghiburnya saat ia kehilangan, membuatnya tersenyum disaat ia tak ingin, membuat hatinya hangat sepanjang waktu, memberinya keceriaan hingga dia tak bisa membalas perasaan orang lain, hingga hatinya buta, dan yang ada di matanya hanya kau.

Jangan salahkan apapun, jangan coba menghentikan apapun. Jangan berharap agar dia membencimu, jangan berharap supaya ia melupakanmu, karena jawabannya adalah tidak bisa, dan tidak akan pernah. Dia tidak akan berpaling pada siapapun, ia masih menyimpan dirimu rapat-rapat di dasar hatinya. Gadis itu, tak akan ceroboh memberikan hatinya pada siapapun, tak ingin dibohongi. Walau mungkin dirimu yang asli tak sebaik yang kau tunjukkan padanya, namun ia tetap menghargai kebaikanmu dan dirimu. Sebab ia beterimakasih, bahwa kau telah menunjukkan sisimu yang indah, dan menyembunyikan sisimu yang buruk agar gadis itu tak melihat, agar gadis itu tak tersakiti. Bahkan ketika sesuatu yang indah itu palsu, kau tetap memainkan peranmu dengan baik. Kau memulainya dengan manis, dan kau mengakhirinya dengan damai. Rasa sakit itu bukan karena terkhianati olehmu, tapi karena gadis itu meninggalkan sesuatu yang sungguh ia percaya lalu menyesal. Sesuatu itu adalah kau.

Ketika ia beranjak dewasa, dirinya merasakan bagaimana lucunya hidup dan takdir mempermainkannya. Ia merasakan bagaimana rasanya tak seorangpun berada di sisinya, tak seorangpun yang ia percaya mendukungnya, atau sekedar ada untuk menghiburnya. Dia memendam terlalu banyak, dan yang bisa ia lakukan hanyalah menangis tanpa seorangpun tahu. Gadis itu tak berharap seseorang datang membantu setiap permasalahannya, hanya berharap sebuah cinta dan perhatian yang nyaman datang dengan tulus menopang dirinya. Padahal Tuhan telah memberinya banyak orang untuk melupakanmu, namun bahkan di tempat yang ramai pun ia tak bisa menemukan dirimu atau pun penggantimu. Kau luar biasa mengagumkan. Meninggalkan jejak yang menempel secara permanen.

Ketika ia dewasa nanti, gadis itu ingin berterimakasih padamu. Berterimakasih karena kau telah menunjukkan bagaimana rasanya cinta seperti yang dikatakan orang-orang. Berterimakasih padamu karena kau pernah meluangkan setahun lebih hidupmu untuk menemaninya. Lebih-lebih jika ia dapat tersenyum langsung di depanmu, menyuguhkan senyum tulus yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang tercintanya. Ia berterimakasih dalam hatinya saat ini, memikirkanmu saat ini, menitikkan airmata mengingat perasaan bahagianya dahulu, menyadari bagaimana Tuhan sangat menyayanginya dengan memberi sepenggal cerita indah dalam sejarah hidupnya.

Dia masih mencintaimu. Tak peduli bila kau telah membuangnya dari hatimu, selama ia tak melihat, maka dia masih memilihmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s