Love and Mindset

Jika pola pikirmu akan terus begitu, apa aku akan seterusnya jatuh cinta?


Dua tahun waktu yang lama, Teman. Jika aku terus berada di sekitarmu, melihatmu dimana-mana, memperhatikanmu dari belakang, tersenyum tapi tak nampak, kagum tapi tak kentara, dan tak tahu cara berhenti, apa kabar hatiku yang mungkin tak terjawab selama dua tahun?

Karya fiksiku, luruh pada puisi singkatmu di malam hari. Kalimat argumenku, berantakan pada satu pasang sorot mata. Bahkan jika duniaku hancur terbawa angin yang kau tiup, aku akan diam, membiarkanmu menyadari bahwa seseorang telah kau rusak dan butuh pertanggungjawaban. Apabila kau tidak sadar? Aku mungkin tetap diam dan menjumpai harapan-harapan.

Teman, aku tidak tahu cara mengungkapkan. Ini begitu sulit melebihi yang kau pikirkan. Mana tahu kalau kau tak nyaman didekati? Mana tahu kalau atmosfer di sekeliling kita menjadi berubah? Aku benci beradaptasi dengan perubahan, maka dari itu aku lebih banyak diam dan tersenyum seperti orang munafik.

Aku belum pernah menyukai seorang rascal sampai seperti ini sebelumnya. Kau berbeda! Aku menyukaimu! Bagaimana cara agar kau paham tanpa merusak kehangatan keluarga kecilku? Aku butuh bantuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s