Lose

Ketika pandangan kagumku tak lagi tersorot pada wajahmu, atau pandangan kecewaku yang mendominasi, itu tandanya aku kalah.


Aku kalah, kalah dalam permainan benci dan pertemanan semu. Aku kalah, kalah dalam mengontrol setiap cemburu yang meletup-letup. Rasanya ada dua aku, satu yang menyukaimu apa adanya, satu yang ingin melenyapkanmu jauh dari hari-hariku.

Dengan segala firasat buruk, aku akan mengatakan kau tidaklah menyukaiku. Kau menahan perutmu yang mual di dekatku, atau matamu yang sakit melihatku. Lihat, bagaimana kekalahanku? Bahkan aku menjelek-jelekkan diriku sendiri tanpa siapapun menyuruh. Aku mengalahkan diriku sendiri, berkata akulah seseorang dengan banyak kesalahan. Dan kesalahan terberatku, tidak bisa membuatmu memandangku sebagai sesuatu yang indah.

Aku lelah merasa bersalah, lelah merasa rendah dan tak pantas. Kumohon jangan datang padaku, atau aku akan menjumpai banyak hari-hari penuh tangis. Kumohon jangan datang padaku, jika niatmu hanya singgah dan minum kopi, berbincang sejenak lalu pergi.

Apa kau tahu? Kepergianmu membawa banyak firasat buruk.

Apa aku tidak cukup baik?
Apa perkataanku salah?
Apa aku menjengkelkan?
Apa aku berlebihan?

Ya, apa aku berlebihan dan memuakkan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s