Bitter-Sore

My bitter-sore experience.


Kau tahu, rasanya seperti ada obat bius masuk dalam tubuhku. Mati rasa dan tak sadarkan diri. Dua hal ini menginvasi tubuhku sembari air mata berhenti di pelupuk ketika otakku hanya memunculkan satu nama, Kau. Laki-laki brengsek yang kusukai di tengah umur remajaku yang indah.

Dia membawa semua isi dunia yang tak pernah kulihat sebelumnya, lalu dia berdiri di tengah-tengah, menjadi aktor dengan sangat percaya diri. Tapi satu yang kutangkap adalah, dia selalu ingin menjadi seseorang yang berharga di setiap ingatan orang-orang. Dia berdiri di tengah kehidupan banyak orang, dikelilingi banyak orang, tersenyum dengan menyebalkan untuk semua orang. Walau setiap individu sama di matanya, aku tahu sebuah rahasia kecil bahwa dia memandang satu orang dengan spesial, yang di setiap sujud malamku, aku berharap jawabannya adalah diriku.

Satu harapan, membawa ekspektasi memuakkan. Satu harapan, membawa khayalan tingkat tinggi tak berkesudahan. Satu harapan, membawa pada airmata yang membanjir, dan sakit hati yang menginfeksi. Tapi di sela-sela harapan, aku membencinya sebagai si sombong yang tidak tahu diri. Dia membawaku pada angan-angan semu. Dia menerbangkanku pada langit-langit mimpi. Dengan sangat percaya diri, sebentar lagi aku akan dijatuhkan ke tanah.

Jangan membunuh mata batinku dengan kharismamu yang kurang ajar. Kau anak anjing tersesat yang kutemukan sembari lari pagi, tapi semakin lama, kau menjadi anjing buas yang akan menggigitku. Rasanya percuma membesarkan dirimu dengan perasaan-perasaanku yang terlalu berharga. Kau akan menjauh, bersama orang yang kau pilih, meninggalkan aku yang kelam bersama dunia dan memaksakan senyuman baik-baik saja. Lihat seberapa bajingannya dirimu!

Jika jatuh cinta itu indah seperti katamu, aku seharusnya merasa bahagia, terlepas kau memandangku atau tidak. Tapi nyatanya, kau membuatku semakin buruk dari hari ke hari.

Satu fakta; yang mencintai selalu menjadi yang paling tersakiti.

Thank you so much, my beautiful scars, scratches hardly and hurt me like suckers. Damn it! You give me pretty butterfly everytime I wake up. But deep inside, you scratch a pain evenmore. And forevermore, I hope you die together with my useless dream. Stop treating me around like a shit, cause’ one day i’ll walk away from you and not give even a single fuck.

 

 

My bitter-sore experience,
00.30 o’clock.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s